PENATAAN KAWASAN SWARANGAN KAB. TANAH LAUT


Kawasan Swarangan merupakan kawasan pesisir Pantai Swarangan yang terletak di Desa Swarangan Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut, yang berjarak K52 km ke arah selatan dari Kota Pelaihari (ibukota Kabupaten Tanah Laut) dan ke arah Kabupaten Kotabaru atau dari Kota Banjarmasin berjarak K115 km. Kecamatan Jorong merupakan wilayah Kabupaten Tanah Laut yang terletak pada titik 114,738º – 115,167º BT dan 3,68058º – 4,10942º LS. Kecamatan Jorong terbagi menjadi 11 desa, yang salah satunya adalah Desa Swarangan.

Konsep desain pengembangan kawasan

GERBANG MASUK DESA

Kawasan Swarangan merupakan kawasan yang memiliki potensi wisata alam, disamping potensi pertanian dan perkebunan yang dapat dikembangkan secara optimal. Mengingat bahwa konteks perkembangan ini berada dalam wilayah Revitalisasi, maka konsep pengembangan ini setidaknya akan  berdampak pada peningkatan / pemulihan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, konsep yang akan digunakan setidaknya memiliki strategi kunci sebagai generator pertumbuhan di dalam meningkatkan perekonomian mereka. Ada beberapa potensi awal yang menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan konsep revitalisasi ini, antara lain:

  1. Niat awal untuk berkembang dapat menjadi modal dasar di dalam melakukan kegiatan permbangunan pada masyarakat. Hal ini diungkapkan secara bersama di dalam kegiatan sosialisasi / pertemuan dengan masyarakat.
  2. Kegiatan pelatihan masyarakat yang dirintis oleh PT. JBG dapat menjadi media untuk merencanakan kegiatan serupa yang sinambung dan kontinyu.
  3. Kebutuhan akan pasar sebagai wadah penggerak ekonomi lokal belum tersedia di kawasan Swarangan. Apalagi bila kawasan ini akan dikembangkan sebagai kawasan wisata maka kebutuhan akan pasar wisata akan menjadi salah satu kebutuhan utama bagi pengembangan kawasan itu. Disamping itu, penyediaan kawasan pasar wisata juga dapat disinergikan dengan kebutuhan akan wadah yang menampung kegiatan ekonomi warga serta dapat digunakan sebagai showroom hasil karya / kerajinan masyarakat.
  4. Pembangunan kawasan wisata Pantai Swarangan sebagai andalan utama penggerak perekonomian masyarakat Desa Swarangan dan sekitarnya.

SITE PASAR DESA

Dengan kondisi eksisting tersebut, maka konsep pengembangan kawasan wisata Swarangan adalah:

  1. Konsep Akses dengan menyediakan kunci penggerak pembangunan dan perkembangan kawasan. Yang dimaksud kunci penggerak adalah ketersediaan jaringan jalan lokal penghubung antara jalan arteri primer Banjarmasin – Pelaihari – Batulicin ke lokasi Pantai Swarangan. Dengan demikian maka konsep pertama adalah Akses, Akses ini dapat berarti banyak. Bisa berarti akses secara ekonomi, komunikasi, transportasi dan lain-lain. Akses ke arah laut dapat dikembangkan melalui sarana pelabuhan, sedangkan akses kearah daratan dapat disediakan jaringan akses ke kawasan luar Swarangan.
  2. Konsep Natural dengan mengembangkan kawasan pariwisata pantai se-natural mungkin. Konsep natural ini merupakan salah satu bentuk perujukan terhadap kondisi yang alami yang mendominasi kawasan pesisir pantai Swarangan. Konsep ini merujuk pada kepentingan-kepentingan ekologis yang akan menjadi daya tarik dan daya pikat utama kawasan ini. Karena potensi view ini menjadi salah satu andalan, maka eksistensi view ini akan tetap dipertahankan.
  3. Konsep Atraktif merupakan rujukan konsep bagi pengembangan kawasan wisata. Walaupun sasaran utama DED lebih kepada kawasan permukiman, namun keberadaan kawasan wisata akan tetap mempunyai pengaruh dalam mengembangkan multiplier effect bagi kawasan permukiman di sekitarnya.
  4. Konsep Terbukamerupakan konsep yang akan diarahkan bagi pengembangan prasarana dan sarana umum yang menunjang kegiatan perekonomian dan kepariwisataan di Kawasan Swarangan. Konsep terbuka dan tidak kaku / rigid menyebabkan perwujudan ruang-ruang menjadi bebas, leluasa dan tidak kaku. Konsep ini sangat cocok untuk digunakan dalam membangun pasar rakyat / pasar wisata yang dapat menjadi penggerak perekonomian bagi warga Swarangan. Pasar yang di desain bebas memudahkan dalam pengaturan kapling-kapling / sal-sal / ruang-ruang / unit-unit di dalam pasar itu sendiri. Kemudahan ini akan menjadi sangat fleksibel dan cocok untuk kondisi yang tidak menetap dan tidak permanen. Siapa saja dapat berdagang dan melakukan kegiatan perekonomian disini. Konsep ini memang diambil dan diadopsi dari konsep basar.

    ILUSTRASI PASAR DESA

  5. Konsep Identitas merupakan konsep yang diberlakukan untuk rancangan gerbang, baik gerbang masuk ke Desa Swarangan maupun  gerbang masuk ke kawasan wisata.
Iklan
Categories: Keciptakaryaan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: