BPK SWADAYA MASYARAKAT BANJARMASIN



Kota Banjarmasin akan perlu menjadi pilot project atau percontohan penanggulangan kebakaran di wilayah Kalsel atau di indonesia, mengingat tingginya kejadian kebakaran di ibukota provinsi ini.
Hal ini dikarenakan kejadian kebakaran sangat tinggi di kawasan perkotaan, bahkan sejak Januari hingga Oktober 2011 ini, tercatat sebanyak 87 kali kebakaran, atau tiga kali sehari. Apalagi, penyebab kejadian kebakaran ini didominasi akibat listrik mencapai 90 persen, seperti konselting listrik arus pendek dan lainnya, termasuk kelalaian warga yang menggunakan lilin, lampu templok dan lainnya.
keberadaan Barisan Pemadam Kebakaran Swasta. Sudah lazim di ketahui jika Banjarmasin adalah kota yong memiliki pasukan pemadam kebakaran terbanyak se-Asia Tenggara. Prestasi ini bahkan sudah tercatat dalam rekor MURI pada 26 September 2004 sebagai ‘deretan mobil BPK terpanjang se Indonesia. Keberadaan BPK memang sudah menjadi keharusan bagi Kota Banjarmasin, sebab karakter bangunan di kota ini banyak menggunakan bahan kayu ulln (atau biasa disebut kayu besi) yang mudah terbakar. Maka wajar jika di kota ini di setiap RW pasti memiliki BPK.

Setiap BPK memiliki mobil pemadam dengan modifikasi sendiri. Semua dilengkapi dengan alat penyemprot air, tangga dan piranti layaknya pemadam profesional. Jumlah BPK di Banjarmasin sekarang tercatat 256 BPK dengan armada berkisar 150 buah baik mobil potebel ataupun mobil tangki air dan dengan sukarelawan kurang lebih 3.000 orang. Sebagian besar atau hampir 90 persen BPK tersebut dikelola oleh masyarakat sendiri. Biaya oprasional BPK dari iuran masyarakat ataupun dana dari perusahaan. Para personil BPK dengan sukarela tanpa mendapat gaji, tetapi jangan ditanya militansi mereka. Setiap terdengar berita kebakaran, mereka akan berlomba-lomba untuk datang terlebih dahulu. Tak jarang akhirnya mereka bertemu di tengah jalan dan berkonvoi menuju lokasi kebakaran dengan raungan sirine masing-masing.

BPK-BPK di masyarakat tersebut terbagi dalam beberapa organisasi lagi, seperti dari organisasi kelompok Komunikasi Darurat (Komdar), Bala Bantuan Kebakaran (Balakar), Himppindo, Swasta Pribumi dan lain-lainnya. Meski dirasa kurang, Pemko Banjarmasin telah memberikan pelatihan kepada masyarakat, untuk penanggulangan atau mencegah secara dini musibah kebakaran. Polda Kalimantan Selatan, melalui jajaran Ditlantas akan memberikan pembekalan bagi BPK dari segi berlalu lintas di Jalan Raya sebab banyak kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan BPK ini. Itulah Banjarmasin, kota seribu sungai dengan air sebagai denyut nadi kehidupan, tetapi api adalah musuh abadi yang paling ditakuti.
Tapi disayangkan pos pemadam kebakaran mereka dengan kondisi belum layak untuk dikategorikan menjadi pos pemadam kebakaran,serta belum adanya bantuan dari pemerintah.

Iklan
Categories: Keciptakaryaan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: